Apa Fungsi Surat Resmi dan Bagaimana Contoh Surat yang Benar?

Apa Fungsi Surat Resmi dan Bagaimana Contoh Surat yang Benar?

Belum tahu bagaimana contoh surat resmi yang benar apa fungsinya? Jangan mau ketinggalan, karena update informasi harus selalu dilakukan agar lebih berwawasan.

Perusahaan dan instansi di Indonesia masih menjadikan surat sebagai metode untuk berkomunikasi. Surat digunakan untuk menyampaikan informasi antara individu ataupun lembaga. Karenanya memahami cara pembuatan surat perlu diketahui oleh setiap orang. Salah satu cara pembelajaran yang efektif adalah memanfaatkan contoh surat dan menjadikannya referensi. Namun, tidak semua contoh yang beredar adalah contoh yang benar. Untuk itu, bagaimana contoh yang benar?

 

Apa Fungsi Surat Resmi?

Surat resmi adalah surat yang digunakan oleh perusahan atau instansi, untuk berkomunikasi secara formal. Umumnya surat digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang penting pada perusahaan atau instansi lain dan internal karyawan. Jika demikian apa fungsi surat tersebut? Surat resmi banyak digunakan untuk dijadikan sebagai bukti atau arsip. Karena adanya bukti tertulis cukup kuat di mata hukum.

Fungsi lainnya adalah mengajukan permohonan. Anda dapat memanfaatkannya sebagai dasar permohonan dana ataupun izin. Karenanya pembuatan surat harus dibuat dengan baik, sehingga dapat dipahami oleh penerimanya.

 

Contoh Surat Resmi yang Benar

Dibawah ini merupakan surat resmi bentuk perjanjian.

KUDA HITAM

Jl. Pangeran Samudera, Malang Telp.000222222 Fax. 022222222

SURAT PERJANJIAN

  1. 220/SP/BM/II/20

Pada hari ini, Jumat, tanggal 12 Februari tahun 2020, telah dilakukan serah terima jabaran oleh kedua belah pihak sebagai berikut:

Nama                    : Satomata Mujiyama

Jabatan                : Direksi

NIK                         : 11233666

Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA

Nama                    : Suwondo Prasetya

Jabatan                : Direksi

NIK                         : 122335555

Selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA

Kedua pihak yang tersebut, di atas bersepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan yang diatur, sesuai dengan pasal-pasal berikut

  1. Pihak pertama selaku pemilik modal, menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta Rupiah) kepada pihak KEDUA. Uang tersebut bertujuan untuk modal dalam menjalankan usaha otomotif.
  2. Pengelola modal adalah pihak kedua, yang bertanggung jawab untuk mengelola usaha, sesuai dengan yang tercantum pada pasal 1.
  3. Pihak kedua menerima modal berupa uang dari Pihak Pertama. Modal akan diserahkan setelah perjanjian ini disepakati dan atau ditandatangani atau paling lambat tiga hari setelah kesepakatan dilakukan.
  4. Pihak pertama mendapatkan keuntungan bagi hasil dari usaha, sesuai dengan persentase yang telah disepakati bersama, sebagaimana diatur dalam pasal 4.
  5. Masing-masing pihak, memiliki hal dalam usaha ini, baik berupa modal ataupun tenaga serta pembagian yang disepakati.

Malang, 12 Februari 2020

Pihak Pertama                                                                                                                           Pihak Kedua

(Satomata)                                                                                                                                 (Suwondo)

Setiap instansi memiliki standar surat resminya masing-masing. Sebagai karyawan anda harus memahami standar tersebut. Jika diperlukan, gunakan surat-surat lama sebagai arsip atau contoh surat yang akan dibuat. Jadi, tidak ada kesalahan yang mengharuskan surat diulang kembali dari awal.