Ternyata Buku Antologi Juga Bisa Jadi Daftar Pustaka, Lho

Ternyata Buku Antologi Juga Bisa Jadi Daftar Pustaka, Lho

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak hal atau isu yang dijadikan sebagai objek penelitian. Ada beberapa jenis penelitian yang dikategorikan dalam berbagai macam hal. Beberapa jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian tentang ilmu alam dan ilmu sosial. Semua penelitian yang dilakukan tentu saja membutuhkan referensi. Nantinya referensi tersebut wajib dicantumkan dalam daftar pustaka. Sumber referensi juga dipakai sebagai validitas atas penelitian yang dilakukan.

Tidak hanya dalam ilmu alam, penelitian juga banyak dilakukan dalam rumpun sosial. Ada banyak sekali isu yang bisa diteliti untuk mendapat pemahaman atau bahkan solusi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Objek penelitian dalam ilmu sosial pun beragam. Salah satu objek yang belum terlalu banyak diteliti adalah karya dalam sebuah antologi. Menurut https://www.e-comerciojusto.org/ternyata-buku-antologi-juga-bisa-jadi-daftar-pustaka-lho/ Antologi merupakan kumpulan karya sastra dalam berbagai macam bentuk. Bisa puisi, cerita pendek, prosa, pantun dan lain sebagainya. Dalam karya sastra tersebut, biasanya berisi berbagai macam isu yang luput untuk diteliti sebelumnya. Berangkat dari karya sastra tersebut, para penelitian bisa mengurai permasalahan apa yang sebenarnya sedang dihadapi.

Antologi sebagai daftar pustaka

Penulisan daftar pustaka yang berasal dari antologi hampir sama dengan penulisan daftar pustaka dari sumber referensi yang lain. Hal yang membedakan terletak pada pencantuman nama yang menghimpun karya sastra yang akhirnya dijadikan satu dalam sebuah antologi.

  1. Nama penulis

Nama penulis menjadi data pertama yang patut dicantumkan. Hal ini menjadi ungkapan rasa terima kasih dari peneliti kepada orang lain yang sudah menuliskan karyanya.

  1. Tahun terbit karangan

Kamu juga perlu menuliskan kapan karangan yang kamu jadikan referensi diterbitkan. Jangan sampai salah menulis data ini karena bisa membingungkan pembaca yang lain.

  1. Judul karya

Selain nama dan tahun berapa karangan tersebut diterbitkan, judul karangan juga tidak boleh ketinggalan untuk dicantumkan.

  1. Nama penghimpun

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika memakai antologi sebagai sumber referensi, kamu juga perlu mencantumkan siapa nama penghimpun karya-karya yang dimuat dalam sebuah antologi. Nama penghimpun biasanya akan tertera secara jelas dalam kumpulan antologi yang kamu gunakan.

  1. Tahun diterbitkannya antologi

Selain tahun diterbitkannya karangan yang kamu jadikan sumber referensi, tahun terbit antologi juga menjadi hal penting yang perlu selalu kamu ingat untuk dicantumkan. Jangan sampai kamu tertukar dalam penulisan tahun terbit karangan karena akan membuat bingung orang lain.

  1. Judul antologi

Selain judul karangan, judul antologi juga menjadi data selanjutnya yang perlu kamu tulis dalam daftar pustaka.

  1. Tempat dan nama penerbit

Sama seperti daftar pustaka yang lain, tempat dan nama penerbit merupakan hal wajib untuk ditulis.

Menulis daftar pustaka bukanlah suatu hal yang sulit. Bila masih bingung, kamu bisa memperbanyak latihan dan melihat contoh daftar pustaka yang benar dan sudah terlebih dahulu diterbitkan.